Minggu, 20 Maret 2016

Mari mengenal tanaman NILAM

   Nilam adalah merupakan tumbuhan semak tropis.Tanaman nilam juga merupakan tumbuhan penghasil minyak atsiri.Minyak atsiri dari tanaman nilam biasa disebut juga minyak daun atau minyak hijau.Tetapi orang lebih mengenalnya dengan sebutan minyak nilam.Karena minyak tersebut dihasilkan melalui proses penyulingan pada daunnya.
    Tanaman nilam memiliki aroma yang khas dan sangat harum juga menyengat.Dan sudah berabad-abad lamanya,tanaman nilam sudah digunakan sebagai bahan campuran dlm pembuatan minyak wangi atau parfum juga setanggi(dupa).Tetapi tanaman nilam harus diproses dahulu agar menjadi minyak.baru bisa digunakan.
     Tanaman nilam adalah salah satu spesies tanaman yang mudah tumbuh.Tanaman ini dapat tumbuh dimanapun,dipekarangan rumah,pot,lahan perkebunan,atau ditumpangsarikan dengan tanaman lain.perawatannya pun tidak begitu sulit.
     Tanaman nilam biasanya baru bisa dipanen setelah berumur sekitar 8 bulanan.Dan dapat mulai dipanen kembali setelah 4 bulan kedepan.Panen dilakukan pada saat batang bagian bawahnya mulai menguning.
    Untuk menghasilkan minyak atsiri/minyak nilam yang baik kualitasnya dan lebih banyak.Biasanya setelah pemanenan,daun nilam dijemur terlebih dahulu selama 5-8 jam sambil dibolak balik.setelah itu,daun nilam yang sudah layu diletakan diatas rak dan diangin2kan selama kurang lebih 4-5hari sampai daun nilam mengering.Setelah mengering baru dilakukan proses penyulingan.Daun nilam kering lebih menghasilkan minyak yg lebih banyak dan berkualitas baik ketimbang daun nilam basah.
     Selain untuk bahan pembuat minyak wangi dan setanggi,daun nilam juga digunakan sebagai salah satu bahan betangas oleh para nenek moyang dari zaman dahulu.Betangas atau mandi uap,atau istilah kerennya sauna oleh para nenek moyang dilakukan pada saat seseorang akan melangsungkan pernikahan.Daun nilam biasanya dicampur dengan bahan lain seperti daun sereh wangi,daun jeruk dll.kemudian direbus.Uap hasil rebusan tersebutlah yang dipakai untuk betangas.seseorang yang betangas akan duduk dikursi dan dibawahnya diberi wadah rebusan air tsb kemudian ditutup rapat dengan tikar sampai batas leher.
     Tradisi ini masih dilakukan dan dipakai oleh beberapa kalangan masyarakat sampai saat ini.

(info dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar